PENYAKIT MENIERE

Posted: 11 Agustus 2010 in PENYAKIT MENIERE, Tak Berkategori
Ditemukan oleh Meniere tahun 1861.
Penyebab penyakit dari dalam telinga.
Diperkuat oleh Hallpike dan Caim tahun 1938.
Menemukan adanya hidrops endolimfe.
Gangguan akibat pembengkakan rongga endolimfe.
Pembengkakan pada kompartemen endolimfe.
Dapat terjadi ruptur membrana Reissner.
Endolimfe bercampur perilimfe.

Rekuren, kronis bilateral, atopi

Sekret mucus, gatal >, berair
Papil: cobble stone
Fibrosis conjunctiva
Keratitis superfisial Baca entri selengkapnya »

Konjunctivitis flikten

Posted: 11 Agustus 2010 in Konjunctivitis flikten
Radang alergi
Endogen (TBC, staphylococcus, dll)
Sebesar jarum pentul di limbus,warna kuning kelabu
Merah setempat
Tidak nyeri tekan
Bila kena cornea –>  gejala seperti keratitis
Terapi:   antibiotika

kortikosteroid

Penampilan Klinik
Muntah projektil ( non bilious ).
Timbul minggu ke 2 dan makin frekwent.t.u setelah minum, kadang dengan bercak darah atau bercak “ coffee ground”, dan setelah itu ia haus kembali.
Kadang gelisah karena kolik.
“faillure to thrive “
Mass perut “ olive” di epigastrium.
“darm contour/steifung”

Blefaritis

Posted: 11 Agustus 2010 in Blefaritis

A. PENDAHULUAN
Blefaritis adalah radang pada kelopak mata. Radang yang sering terjadi pada kelopak merupakan radang kelopak dan tepi kelopak. Radang bertukak atau tidak pada tepi kelopak bisanya melibatkan folikel dan kelenjar rambut. Blefaritis ditandai dengan pembentukan minyak berlebihan di dalam kelenjar di dekat kelopak mata yang merupakan lingkungan yang disukai oleh bakteri yang dalam keadaan normal ditemukan di kulit.
Blefaritis dapat disebabkan infeksi dan alergi yang biasanya berjalan kronis atau menahun. Blefaritis alergi dapat terjadi akibat debu, asap, bahan kimia, iritatif, dan bahan kosmetik. Infeksi kelopak dapat disebabkan kuman streptococcus alfa atau beta, pneumococcus, dan pseudomonas. Di kenal bentuk blefaritis skuamosa, blefaritis ulseratif, dan blefaritis angularis.
Gejala umum pada blefaritis adalah kelopak mata merah, bengkak, sakit, eksudat lengket dan epiforia. Blefaritis sering disertai dengan konjungtivitis dan keratitis.
Biasanya blefaritis sebelum diobati dibersihkan dengan garam fisiologik hangat, dan kemudian diberikan antibiotik yang sesuia. Penyulit blefaritis yang dapat timbul adalah konjungtivitis, keratitis, hordeolum, kalazoin, dan madarosis. Baca entri selengkapnya »

MOLUSKUM KONTAGIOSUM

Posted: 11 Agustus 2010 in MOLUSKUM KONTAGIOSUM

Pendahuluan

Moluskum kontagiosum klinisnya menimbulkan papul yang  bulat berkubah berwarna merah dengan permukaan licin dengan ukuran 2-5 mm. Dapat soliter atau multiple tapi jarang sekali yang  diameternya mencapai 1 cm, permukaan papul moluskum kontagiosum terdapat lekukan (delle) yang  didalamnya berisi massa caseous.

Lesi pada awalnya padat, berwarna merah ketika matur akan berubah menjadi lunak, berwarna putih atau seperti warna mutiara bahkan dapat juga terjadi supurasi.

Lesi yang  umum terjadi pada anak adalah pada daerah muka dan ekstremitas. Pada orang dewasa umumnya terletak di daerah perut bagian bawah sampai kemaluan karena disebarkan melalui hubungan seksual. Tapi papula juga dapat menyebar ke seluruh tubuh bahkan sampai ke lapisan mukosa seperti : mukosa bibir, lidah, dan pipi. Kecuali  telapak tangan dan telapak kaki. (1) Baca entri selengkapnya »

GAGAL NAFAS

Posted: 11 Agustus 2010 in GAGAL NAFAS
Pengertian Ketidakmampuan mempertahankan nilai pH (keasaman), oksigen (O2), dan karbondioksida (CO2) darah arteri supaya tetap dalam batas normal.

Etiologi:

  1. Penyakit saluran napas
  • Bronkitis kronik
  • Emfisema
  • Asma bronkial
  • Bronkietasis
  1. Penyakit paru parenkim
  • Pneumonia
  • Edema paru
  • Aspirasi
  • Inhalasi asap, gas
  1. Gangguan hiperpermeabilitas
  • Edema paru
  • ARDS
  1. Penyakit pembuluh darah
  • Emboli paru
  • Syok kardiogenik
  • Fistula A. V pulmoner
  1. Trauma
  • Trauma dada
  • Trauma leher
  • Trama kepala
  1. Gangguan neuromuskular
  • Poliomielitis, sindrom tetanus
  • Guillain Barre, paralisis diafragma
  1. Obat-obat
  • Barbiturat
  • Narkotik
  • Sedatif
  • Obat-obat relaksasi
  1. Kelainan dinding dada
  • Kifoskoliosis
  • Ankylosing spondylitis
  1. Lain-lain
Pengertian Akumulasi cairan di paru-paru secara tiba-tiba akibat peninggi an tekanan intravascular
Diagnosis Riwayat sesak nafas yang bertambah hebat dalam waktu singkat (jam atau hari) disertai gelisah, batuk dengan sputum berbusa kemerahan

Pemeriksaan fisik :

  1. Sianosis sentral
  2. Sesak nafas dengan bunyi napas melalui mukus berbuih
  3. Ronkhi basah nyari di basal paru kemudian memenuhi hampir seluruh lapangan paru; kadang-kadang disertai ronki kering dan ekspirasi yang memanjang akibat bronkospasme sehingga disebut asma kardial
  4. Takikardia dengan gallop S3
  5. Murmur bila ada kelainan katup

Elektrokardiografi :

Bisa sinus takikardia dengan hipertrofi atrium kiri atau fibrilasi atrium, tergantung penyebab gagal jantung

Gambaran infark, LVH atau aritmia bisa ditemukan

Laboratorium :

Gas darah menunjukkan pO2 rendah, pCO2 mula-mula rendah dan kemudian hiperkapnia

Enzim kardiospesifik meningkat jika penyebabnya infark miokard

Foto toraks :

Opasifikasi hilus dan bagian basal paru kemudian makin ke arah apeks paru

Kadang-kadang timbul efusi pleura

Ekokardiografi tergantung penyebab gagal jantung

-          Kelainan katup

-          Hipertrofi ventrikel (hipertensi)

-          Segmental wall motion abnormality (PJK)

-          Umumnya ditemukan dilatasi ventrikel kiri dan atrium kiri Baca entri selengkapnya »

Dispnea dan Edema Paru

Posted: 11 Agustus 2010 in Dispnea dan Edema Paru

DISPNEA

Pasien dengan penyakit jantung paru umumnya memiliki gejala dispnea. Dispnea didefinisikan sebagai sensasi benapas yang tidak nyaman (an uncomfortable sensation of breathing) atau sensasi bernapas yang tidak nyaman dan disadari bahwa hal tersebut merupakan suatu kelainan (abnormally uncomfortable awareness of breathing). 1,2,3

Anamnesis yang lengkap sangat penting untuk memperoleh kepastian apakah pasien benar-benar menderita dispnea. Apabila dispnea telah ditegakkan, maka sangat penting untuk memperoleh data-data mengenai penyebab dispnea dan menilai gejala dan tanda lain yang berhubungan dengan dispnea.  Pada beberapa situasi, pasien terkadang tampak kesulitan bernapas namun tidak mengeluhkan dispnea. Hal ini tampak pada keadaan hiperventilasi akibat asidosis metabolik dimana jarang ditemukan bersamaan dengan dispnea. Pada keadaan lain, pasien dengan pola napas yang normal dapat mengeluhkan dispnea. 1 Baca entri selengkapnya »

SIROSIS HATI

Posted: 11 Agustus 2010 in SIROSIS HATI

Pengertian Penyakit hati menahun yang difus ditandai dengan adanya nekrosis, pembentukan jaringan ikat disertai nodul
Diagnosis Pemeriksaan fisik : stigmata sirosis ( palmar eritema, spider nevi) vena kolateral dinding perut, ikterus, edema pretibial, asites, splenomegali

Laboratorium: rasio albumin dan globulin terbalik Baca entri selengkapnya »

PANKREATITIS AKUT

Posted: 11 Agustus 2010 in PANKREATITIS AKUT

Pengertian Pankreatitis akut yaitu reaksi peradangan pankreas yang akut
Diagnosis Keadaan umum pasien seperti dispepsia sedang sampai berat, gelisah kadang disertai gangguan kesadaran

Demam, ikterus, gangguan hemodinamik, syok dan takikardia, bising usus menurun ( ileus paralitik)

Penyakit penyerta yang meningkatkan risiko : batu empedu, trauma, tindakan bedah di abdomen, DM, hipertiroidisme, alkoholisme, ulkus peptikum, leptospirosis DHF Baca entri selengkapnya »

Kejang demam merupakan bentuk kejang yang sering dijumpai dan terjadi pada 2 – 5% anak. Dalam 25 tahun terakhir ini diketahui bahwa kejang demam sebenarnya tidaklah menakutkan. Kejang demam tidak berhubungan dengan adanya kerusakan otak dan hanya sebagian kecil saja yang akan berkembang menjadi epilepsi.

Kejang demam berdasarkan definisi dari The International League Againts Epilepsy (Commision on Epidemiology and  Prognosis, 1993) adalah kejang yang disebabkan kenaikan suhu tubuh lebih dari 38,4oC tanpa adanya infeksi susunan saraf pusat atau gangguan elektrolit akut pada anak berusia di atas 1 bulan tanpa riwayat kejang tanpa demam sebelumnya.

Kejang demam diklasifikasikan sebagai :

1. kejang demam kompleks bila bersifat fokal, berlangsung lama (>10 – 15 menit), atau multiple (> 1 kali serangan selama 24 jam demam).

2. kejang demam sederhana adalah kejang yang berlangsung satu kali, singkat , dan bersifat umum. Baca entri selengkapnya »

Mola Hidatidosa

Posted: 11 Agustus 2010 in Mola Hidatidosa

DEFINISI

Kehamilan abnormal di mana hampir seluruh vili korialisnya mengalami perubahan hidrofik.

ETIOLOGI

Belum diketahui pasti.

PATOGENESIS

Mola hidatodosa berkembang dari trofoblas ekstraembrionik. Dibagi menjadi:

  1. Mola hidatidosa komplet (klasik) → janin tidak ada.
  2. Mola hidatidosa inkomplet (parsial) → ada janin/ada bagian janin. Baca entri selengkapnya »

Abortus

Posted: 11 Agustus 2010 in Abortus

Definisi

Ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram.

Etiologi

  • Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi (biasa menyebabkan abortus pada kehamilan sebelum usia 8 minggu)
  • Kelainan kromosom (trisomi autosom dan monosomi X)
  • Lingkungan sekitar tempat implantasi kurang sempurna
  • Pengaruh teratogen (radiasi, virus, obat-obatan, tembakau, alkohol)
  • Kelainan plasenta (endarteritis vili korialis karena hipertensi kronis)
  • Faktor maternal (pneumonia, tifus, anemia berat, keracunan, toksoplasmosis)
  • Kelainan traktus genitalia (inkompetensi serviks –> abortus trimester II, retroversi uteri, mioma uteri dan kelainan kongenital uterus) Baca entri selengkapnya »

Contributed by: Residents and Faculty Baptist Health System Birmingham Alabama, Radiologist, Baptist Health System Hospitals Birmingham, Alabama, USA.
Patient: female
History: Young girl with severe abdominal pain.
Images:[small]larger

Fig. 1

Fig. 2

Fig. 3
Findings: Abdominal USG demonstrating concentric rings of hypoechoic and hyperechoic layers C/W donut or bull’s eye sign seen on transverse sections of SB. Longitudinal scan demonstrates the intusseptum invaginating into the intussuscipiens. Pylorus is normal.
SB series confirms USG findings demonstrating coiled spring appearance of ileocolic intussusception. Baca entri selengkapnya »

Anemia Aplastik

Posted: 11 Agustus 2010 in Anemia Aplastik

BATASAN

Anemia aplastik adalah suatu kelainan yang ditandai oleh pansitopenia pada darah tepi dan penurunan selularitas sumsum tulang.

PATOFISIOLOGI

1.                  Defek sel induk hematopoetik

2.                  Defek lingkungan mikro sumsum tulang

3.                  Proses imunologi Baca entri selengkapnya »

Klasifikasi UICC (Union Internationale Contra le Cancer) untuk adenokarsinoma endometrium:
T – 1: Karsinoma masih terbatas di korpus.
T – 2: Karsinoma telah meluas sampai di serviks, tapi belum sampai keluar uterus.
T – 3: Karsinoma telah keluar dari uterus, termasuk penyebarannya ke vagina, namun masih tetap berada dalam panggul kecil.
T – 4: Karsinoma telah melibatkan mukosa rektum atau kandung kemih, dan atau telah meluas sampai di luar panggul kecil.

Posisi waters :  sinus paranasalis

Posisi schuller : Schuller

Posisi Rheese :  foramen optikum

Posisi eisler : Mandibula